Kamis, 03 April 2014



     FILUM PORIFERA.

a)      PENGERTIAN
Porifera berasal dari kata ‘’ pori’’ dan ‘’faro’’. Pori = lubang – lubang, faro = mengandung, membawa. Sehingga porifera adalah hewan yang tubuhnya berpori = pori atau berlubang – lubang. Tubuh porifera diorganisasi pada tingkat celluler. Bersama – sama dengan Coelenterata, porifera merupakan metazoa paling sederhana, sel – sel penyusun porifera telah memiliki pembagian tugas meskipun masih sederhana.
b)     CIRI – CIRI
*      Eukariotik Multiseluler  ( telah memiliki inti sel, dengan banyak sel )
*      Diploblastik ( 2 lapisan jaringan ) selomata { tubuhnya hanya tersusun dari 2 lapis, yaitu ectoderm dan endoderm, dengan tubuh berongga / lapisan luar ( endodermis) dan lapisan dalam yang terdiri dari sel – sel leher ( coanosit / berbentuk seperti corong berflagela  )}
*       Umumnya simetris radial (jika tubuhnya dibelah menjadi 2 dari segala arah akan diperoleh hasil yang seimbang )
*      Bentuk tubuh bervariasi seperti vas bunga
*      Tidak mempunyai susunan saraf
*      Hanya sel coanosit yang peka terhadap rangsang
*      Permukaan tubuh berpori
*      Habitatnya diperairan, hanya sebagian kecil di air tawar. Umumnya hidup menetap dengan melekat pada suatu dasar perairan ( sesil )
*      Pencernaan inrtraseluler oleh sel leher berflagela ( coanosit )
*      Rongga tubuhnya disebut paragaster ( spongocoel)
*      Lubang masuknya saluran air disebut ostium
*      Lubang keluarnya saluran air disebut osculum
*      Lapisan sel luar yang berfungsi sebagai kulit-dermal disebut pinakosit
*      Alat geraknya disebut sel kembara ( amubosit )
*      Kerangka tubuh ( spikula ) dibentuk oleh skleroblast
*      Sel – sel yang melapisi dinding paragaster ialah coanosit yang berfungsi untuk mencerna makanan dan mengatur pergerakan air.


c)      SISTEM RESPIRASI
Porifera bernafas melalui permukaan tubuh yang dilakukan oleh tiap – tiap sel dengan cara absorpsi oksigen dari air yang melalui sel – sel tersebut.
d)     REPRODUKSI
1.      Vegetatif ( Aseksual )
1.      Pembentukan Tunas
2.      Pembentuka gemmulae ( butir benih )
*   Gemmulae tersusun atas sejumlah sel merenkim yang berkelompok dan berbentuk seperti bola yang dilapisi kitin serta diperkuat dengan spikula.
*   Dibentuk jika lingkungan kurang mendukung, jika lingkungan telah kondusif, maka gemmulae akan tumbuh menjadi porifera baru.
*   Hanya terbentuk pada porifera air tawar.
2.      Generatif ( Seksual )
*      Bersifat hermaprodit ( spermatozoid dan ovum dihasilkan oleh satu individu yang sama )
*      Pembuahan sel telur suatu porifera oleh porifera lain secara internal
*      Kedua sel kelamin terbentuk dari perkembangan sel – sel amubosit ataupun coanosit
*      Dilakukan dengan membentuk sel gamet, sel gamet dibentuk oleh sel arkeosit ( membentuk spermatozoid dan ovum )
e)      TIPE – TIPE SALURAN AIR
1.      Tipe Ascon, ostium dihubungkan langsung ke spongosol ( tipe saluran yang sederhana ). Contohnya  Leucosolenia sp.
2.      Tipe sycon, ostium dihubungkan dengan saluran bercabang ke spongosol ( tipe saluran yang berlikuk ). Contohnya Scypha.
    3.      Tipe Leucon ( Rhagon ), merupakan tipe yang paling kompleks di mana air masuk melalui ostium menuju rongga – rongga bulat yang saling berhubungan, masuk ke spongosol dan keluar melalui oskulum ( tipe saluran yang rumit ). Contohnya Spongia sp.

f)       KLASIFIKASI PORIFERA
Berdasarkan bahan penyusunrangka tubuh ( spikula ), yaitu :
1.      Kelas Calcarea
ü  rangka tubuh disusun dari zat kapur ( CaCO3 )
ü  Hidup dilaut dangkal
ü  Coanosit berukuran besar.
Ex. Sycon, Scypha, Grantia, Leucosolenia, Clathrina.
2.      Kelas Hexactinellida
ü  rangka tubuh disusun dari  zat silikat, atau zat kersik.
ü  Hidup dilaut dalam
Ex. Euplectella, Pheronema, Aspergillum, Uyalonema.
3.      Kelas Demospongiae
ü  rangka tubuh disusun dari zat silikat, sponging atau campurannya.
ü  Tubuh lunak
ü  System saluran rumit
Ex.Callyspongia, Euspongia sp, Spongilla, Microciona,Uiona.
g)      PERANAN PORIFERA
Porifera yang dapat dimanfaatkan adalah Demospongia,
1)      Penyusun terumbu karang sehingga memiliki fungsi ekologis bagi ekosistem laut.
2)      Sebagai alat pembersih tubuh, ex. Spongia sp.
3)      Porifera yang mati dapat digunakan sebagai hiasan.
4)      Obat kanker.
5)      Bahan penyusun Biodiversitas.
6)      Alat gosok tubuh ( spons ).